Muncul Tanpa Kehadiran Orang Tua, Mat Buktikan Tetap Berprestasi Bersama Stinky

Muncul Tanpa Kehadiran Orang Tua, Mat Buktikan Tetap Berprestasi Bersama Stinky

TABLOIDBINTANG. COM   –  Para penggemar Stinky baru-baru ini barangkali terenyuh mendengar single terbaru “Melepasmu”, rilis Februari lalu. Lagu tersebut sukses bikin mellow, dinyanyikan sosok vokalis yang masih muda, punya penghayatan mendalam, dan memiliki kritis berkarakter.   Dialah Mat Muhammad Ashfihan. Usianya masih 19 tahun.  

Suara emas pemuda asal Gorontalo ini tak sengaja didengar sebab Irwan Batara—salah satu personel Stinky—beberapa bulan lalu dan langsung membuatnya jatuh cinta. Mat digandeng tepat oleh grup musik legendaris itu, dipercayakan membawakan single terbaru mereka di tahun 2020.  

Enggak hanya punya suara yang enak didengar, Mat juga punya segudang talenta, yang terus diasah untuk membanggakan orang tuanya yang sudah putus. Ia menguasai piano, gitar, fotografi, dan diam-diam sudah mengantungi karya film pendek berjudul “Cerita Mamat” (2016).  

Kalau mengobrol dengan Mat, jadi peduli Afgan di awal kariernya. Seolah-olah Afgan di masa-masa merilis single perdananya, yang masih pemalu & suka gugup di atas panggung, demikian juga sosok Mat.

“Mat anaknya pemalu, sangat melankolis juga. Enggak sesuai dengan body. Karena suram, jadi setiap kali menyanyikan lagu-lagu mellow kedengarannya pas. Dia memang anaknya melakukan apapun dengan kepala, menyanyi pun dengan hati, ” cerita ibunda Mat, Ummi Ayya.  

Tak dimungkiri, anak rantau itu merasa gugup saat kali mula-mula harus rekaman bareng Stinky.

“Sampai zaman ini masih enggak percaya mampu nyanyi bareng mereka. Ini piawai pertama yang sangat mengharukan, mampu gabung bareng personel Stinky, layaknya mereka sepantaran paman-paman saya. Lebih spesial lagi, semuanya diproduseri oleh Ummi saya. Ummi sama seluruhnya enggak mengerti bisnis industri irama, tapi beliau mau terjun tepat. Beliau enggak berharap profit dibanding segi finansial. Kata Ummi, ‘yang penting kamu bahagia, Ummi pula bahagia, ” bilang Mat.  

Dekat seperti mimpi bisa masuk pentas musik Indonesia dengan grup irama legend. Pengalaman yang tak terbayangkan sebelumnya. Selama ini, ia cuma mengasah talentanya di Gorontalo, nyanyi live di kafe, belajar setekun-tekunnya, berkarya, demi membuktikan, meski hidup jauh dari pengampu akibat perceraian, ia tetap siapa tahu anak muda yang positif dan berprestasi.  

Pokok dan ayah Mat bercerai masa Mat masih duduk di dipan SD. Pasca perceraian, Mat dibawa ke Gorontalo dan dibesarkan oleh Omanya. Sementara sang ibu tentu di Jakarta, merintis usaha, perlu anak-anaknya juga.   Jauh dibanding orang tua, Mat tumbuh jadi anak yang mandiri, berjiwa sosial tinggi, dan punya visi kesibukan yang jelas.  

“Sejak SD tersebut dia melakukan apa-apa sendiri. Bahkan dia pernah melewati masa-masa pelik dan tumbuh tanpa pengampu yang utuh. Mungkin itu yang membuatnya kuat. Bayangkan saja, anak bujang kelas 4 SD, sudah bisa masak nasi sendiri, ” memikirkan ummi Ayya.  

Ya, meski lahir jauh dari orang tua,   Mat banyak mempelihatkan hal-hal positif. Seperti bagaimana ia jadi kerap memasak.

“Hobinya itu bikin nasi goreng. Itu jadi masakan andalannya, ” ujar ummi Ayya. Dari kecil, Mat juga punya rasa belas kasihan yang besar kepada sesama. Ia tak segan menolong teman maupun orang yang membutuhkan pertolongan.  

“Di rumah dia (di Gorontalo) itu banyak teman-temannya tinggal bareng secara dia. Makan tidur semuanya di tempat dia. Mat bilang ke saya begini, ‘Kasihan Ummi, mereka itu sendiri, mama-papanya sudah pisah dan sudah tinggal masing-masing, ” ungkap sang ibu.  

Semasa madrasah, uang jajannya kerap dibelikan nasi untuk teman-temannya. Ibunya pun terharu mendengar tindak tanduk anaknya itu.   Ummi Ayya merasa, tersebut semua kuasa Allah, anaknya mampu menjadi sosok yang positif sesuai ini.

“Saya enggak mendidiknya, Alhamduliah Allah yang memberikan anak-anak saya jiwa-jiwa yang penuh kasih, ” ucap Ummi Ayya.