Mat Sukses Membawa Stinky Membuai Penggemar 90-an Hingga Kekinian

Mat Sukses Membawa Stinky Membuai Penggemar 90-an Hingga Kekinian

TABLOIDBINTANG. COM   –  Grup musik legendaris Stinky kembali unjuk gigi tahun ini. Membuka memori penggemarnya dalam era 90-an lewat suara empuk anak muda asal Gorontalo, Mat Muhammad Ashfihan (19). Single “Melepasmu” dicopot Februari lalu, dan menuai penuh pujian. Berkat kehadiran Mat, lagak yang menurut banyak netizen supergalau ini, menarik penikmat baru dari generasi milenial.

Ratusan komentar membanjiri unggahan video “Melepasmu” di akun formal YouTube Indosemar Sakti. “Keren. Super galau. Suaranya lembut banget, sip banget didengar, ” tulis lupa satu akun YouTube. Sebuah kebanggaan tersendiri, Mat yang anak daerah, tumbuh besar jauh dari orang tua, bisa menorehkan karya yang disukai generasi 90-an maupun milenial.

“Sampai hari ini saja, saya masih enggak percaya bisa menyanyi menyerempakkan mereka (Stinky). Ini pengalaman mula-mula yang sangat mengharukan, bisa berpadu dengan personel Stinky. Beliau-beliau itu, selevel paman-paman saya, sangat superior, karya-karyanya sudah sangat dikenal Indonesia, ” ungkap Mat.

Mat (Istimewa)

Mat berujar, kalau ini seperti mimpi. Secara tak sengaja, suaranya didengar oleh salah satu personel Stinky, Irwan Batara, di awal tarikh. “Waktu itu, Irwan sedang menyerahkan pelajaran musik privat untuk adik Mat. Di sela sesi, Irwan mendengar ada yang bernyanyi, ” cerita ibunda Matt, yang sering dipanggil Ummi Ayya. Terperangah secara suara merdu tersebut, Irwan bertanya siapa empunya suara ini. Sang ibu pun menjawab, “Itu suara anak saya, Mat. ”

Dari sinilah, Irwan berkenalan dan mencari tahu tentang bakat Mat lebih jauh. Selain bisa menyanyi, Mat juga menguasai alat musik piano dan gitar secara otodidak. Diajaklah Mat untuk rekaman bareng Stinky. “Wah, suprised juga, sih. Ada perasaan, barang apa saya bisa? Memang saya itu siapa? ” ucap Mat.

Tentu sekadar, Mat harus melewati beberapa ulangan untuk bisa gabung dengan Stinky. “Ada prosedurnya juga. Apakah vokalnya bisa mengimbangi Stinky. Ternyata setelah dilihat, didengar, mereka (Stinky) sejumlah bisa banget, ” kenang Ummi Ayya.

Rekaman untuk pertama kalinya secara komersil dilakukan di studio milik Andre Taulany. Yang bikin Mat tambah gugup lagi. “Perjalanan yang luar biasa, mengharukan. Lebih spesifik lagi, ini semua diproduseri oleh Ummi saya. Terima kasih sebesar-besarnya untuk Ummi yang sudah menanggung saya, ” ucap Mat.

Mulanya, Ummi Ayya kurang menyetujui Mat terjun ke dunia hiburan. Menurut Ummi, dunia hiburan kurang menjanjikan, tak pasti. Sementara Ummi sudah membuat usaha, yang diharapkan bisa diteruskan oleh Mat.

Ayah dan ibu Mat bercerai saat Mat duduk pada bangku SD. Sejak perceraian karakter tuanya, Mat diasuh oleh neneknya di Goronatalo. Sementara ibunya, tetap di Jakarta bekerja dan merintis usaha mati-matian. “Tadinya Mat ingin kuliah di IKJ, tapi kami tidak mengijinkan. Saya ingin tempat mengambil ilmu manajemen. Saya kegiatan keras merintis usaha, saya mau Mat meneruskan usaha yang sudah saya bangun. Saya tadinya pula kurang setuju Mat jadi seniwati. Tapi saya lihat, memang tempat punya passion di sana, dari SMA sudah kelihatan bakatnya di lembut. Saya pikir-pikir lagi, saya jadi ibu, kerja mati-matian kan untuk membahagiakan anak juga. Karena saya lihat dia bahagia, maka alhasil saya restui, saya dukung serupa. Dengan catatan kuliah di bagian manajemen tidak boleh ditinggalkan, ” tandas Ummi Ayya.

(val)

Cek info khusus Data SGP