Menyekat Penyebaran COVID-19 dengan Tidak Cakap dan Makan di Kendaraan UmumÂ

Menyekat Penyebaran COVID-19 dengan Tidak Cakap dan Makan di Kendaraan UmumÂ

TABLOIDBINTANG. COM   –  Achmad yurianto, kata penanganan COVID-19, mengingatkan untuk tak melakukan aktivitas seperti makan maupun berbicara selama berada di organ umum. Ini untuk mencegah percikan droplet saat berbicara, batuk maupun bersin.

Jika terpaksa harus berbicara, sepatutnya tetap menggunakan masker dan terbuka jarak aman.

”Jangan berbicara, jangan prasmanan, jangan minum didalam kendaraan ijmal, karena ini akan membuat kita menjadi lengah, apabila kita harus berbicara dengan orang lain tetap jaga jarak dan tidak mencari jalan mendekat ke arah orang dengan kita ajak bicara, gunakan kedok, ” kata Yuri dalam keteranganya di Graha BNPB, Jakarta.

Selalu menggunakan masker juga harus digunakan saat berbicara dengan orang dengan dikenal. Yuri menjelaskan, masih banyak masyarakat yang abai menerapkan protokol Kesehatan, dengan melepas masker saat berbicara dengan kolega maupun awak dengan dalih saling mengenal satu sama lain. Ketidakdisipliann inilah dengan menyebabkan masih tingginya kasus positif di Indonesia.

”Kita harus meyakini bahwa menggunakan masker harus dilakukan sekalipun kita merasa berada orang-orang dengan sudah kita kenal seperti relasi taupun rekan kerja, tetap gunakan masker karena kesalahan justru berlaku di tempat yang seperti tersebut. Kita tidak tahu siapa yang terkena dan membawa virus itu disekitar kita, ” tuturnya.

”Kita sedang memperhatikan sangat banyak yang belum secara disiplin dan konsisten menggunakan kedok dan jaga jarak, ini yang menjadi salah satu penyebab penambahan peristiwa akan terus-menerus terjadi, ” tambahan Achmad yurianto.

Achmad yurianto kembali tahu agar protokol Kesehatan dijalankan secara semaksimal mungkin dengan menggunakan masker dengan baik dan benar, membersihkan tangan dengan sabun, jaga senggang aman 1-2 meter dengan orang lain serta hindari kerumunan.

Artikel itu diambil dari laman Kemkes. go. id Kementerian Kesehatan Republik Nusantara.