Advokat Beberkan Alasan Happy Hariani Mengadukan Ayah Atta Halilintar

Advokat Beberkan Alasan Happy Hariani Mengadukan Ayah Atta Halilintar

TABLOIDBINTANG. COM   –  Ayah Atta Halilintar, Halilintar Anofial Asmid, dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh mantan istri keduanya, Happy Hariani, pada Oktober 2019. Anofial dilaporkan dengan tuduhan menelantarkan anak sesudah mendapat rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Anao Indonesia (LPAI).

Dedek Gunawan, kuasa hukum Happy Hariani, mengungkapkan kliennya merasa tidak mendapat keadilan kala menjadi istri kedua Anofial.

“Perlakuan tersebut menumpuk dan terakumulasi. Kesabaran konsumen kita sudah pada puncaknya, berantakan diajukanlah gugatan cerai di Meja hijau Agama Pekanbaru, 10 November 2005, dan di tahun 2006 tampak akta cerai, ” ungkap Dedek Gunawan saat kepada wartawan, Rabu (2/9).

Dari ijab kabul Anofial dan Happy dikaruniai bani perempuan bernama Mubarokah pada 2003. Sejak lahir, Anofial dikabarkan tidak pernah memberi nafkah untuk pokok cintanya.

Setelah bercerai, Happy masih merasakan bahwa Halilintar memperlakukan anaknya dengan berbeda. Apalagi dalam bukunya, Anofial hanya menulis bahwa anak-anak Halilintar berjumlah 11 orang.

“Pada saat Halilintar ini mempublish ke publik bahwa anaknya 11 orang, klien kita keberatan. Di situ awal pokok persoalan sebetulnya. Kurun waktu agak 2017-2018, ” beber Dedek Gunawan.

Sekian lama merasa ditelantarkan, Happy Hariani masih berusaha menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Namun sayang, usaha Happy tak direspons oleh pihak Halilintar.

“Kita mencoba secara kekeluargaan, menyelesaikan dengan persuasiflah. Karena enggak menemukan bercak temu, lalu kita minta pelestarian pada LPAI. Kita memasukkan informasi secara resmi itu pada agenda 6 November 2018, ” nyata Dedek Gunawan.

Happy Hariani akhirnya mengadu ke LPAI untuk membantu menyelesaikan masalah keluarga. Sebab situ, LPAI kemudian merekomendasikan pihak Happy untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Telah dipanggil secara patut dan layak sebanyak 3 kali, tidak juga ada respons dari beliau, makanya pada saat itu, pada tanggal 16 Mei 2019, LPAI dengan surat nomor registrasinya mengeluarkan rekomendasi, ” kata Dedek.

“Merekomendasikan pada pelapor, untuk melangsungkan upaya hukum baik secara pidana maupun perdata yang ditandatangani sebab ketua umum dan sekjennya, ” pungkas Dedek Gunawan.

(pri)